Benarkah Makan Telur Berbahaya Bagi Diabetes dan Jantung?

Telur bisa dikatakan makanan penuh gizi degan harga yang terjangkau alias murah, Di Indonesia murah menjadi faktor dominan, Betul? kami pun juga suka yang murah :)

Telur telah dikonsumsi sejak lama diindonesia dan menjadi salah satu menu mainstrem bagi kebanyakan masyarakat. kebutuhan telur dapat dikatakan mengalami grafik peningkatan, ini menjadi tren positif.

oke broo, mari kita bahas tentang kandungan telur.

Salah satu isu serius dari telur yaitu mengenai kolesterol, kolesterol pada telur dapat dikatakan sangat tinggi terutama pada bagian kuning telur, dan sebenarnya kuning telur merupakan bagian yang paling enak.

The American Heart Association merekomendasikan orang dewasa yang sehat mengkonsumsi tidak lebih dari 300 miligram kolesterol per hari. Satu telur besar memiliki 186 mg kolesterol dan yang kecil memiliki 141 mg, menurut USDA.

Selain pertanyaan kolesterol, telur merupakan makanan yang sangat sehat. Telur merupakan sumber yang sangat baik dari kolin dan sumber protein yang berkualitas tinggi, vitamin B12, fosfor dan riboflavin, kata Dr Mitch Kanter, direktur eksekutif dari Egg Nutrition Center, peneliti dari Egg Board Amerika.

Dalam Studi meta-analisis tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal BMJ menemukan bahwa makan satu telur per hari tidak berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke antara orang-orang yang sehat.

Setiap vitamin B Tunggal ditemukan dalam telur, seperti rangkaian lengkap asam amino, membuat telur menjadi sumber protein lengkap. Protein berkualitas tinggi membantu membangun otot dan memungkinkan orang untuk merasa kenyang lebih lama dan tetap berenergi, yang dapat membantu mereka mempertahankan berat badan yang sehat, Ungkap Kanter.

Telur adalah sumber yang baik dari beberapa mineral yang jarang terdapat pada sumber makanan lain, seperti yodium dan selenium. Telur juga salah satu dari beberapa makanan yang secara alami merupakan sumber yang baik dari vitamin D yang membantu membangun tulang yang kuat dengan bantuan kalsium, kata Kanter.

Tapi, ia menambahkan, hanya makan putih telur tidak memberikan semua hal yang baik. "Nutrisi yang ditemukan secara eksklusif dalam kuning telur termasuk kolin, vitamin B12, vitamin D dan zat besi antara lain," imbuhnya. Banyak ahli gizi percaya bahwa, bagi orang-orang yang sehat, profil nutrisi telur 'baik meringankan kandungan kolesterol nya.

Untuk nutrisi sebanyak itu, telur adalah makanan yang relatif rendah kalori. Hanya ada 71 kalori dalam telur besar. Tidak ada karbohidrat atau gula, dan hanya 5 gram lemak (7 persen dari asupan harian yang disarankan Anda).

Copyright: Theculinarytravelguide.com
Menurut laporan Dietary Guidelines Advisory Committee 2015, makan telur saat sarapan menjadi menu paling padat nutrisi orang Amerika, kata Kanter. Telur juga bisa menjadi pilihan yang sehat saat dikondisi apapun.

Karena telur yang rendah kalori dan lemak jenuh, mereka dapat berfungsi sebagai pasangan yang sempurna untuk mengkonsumsi makanan padat nutrisi lainnya. Seperti dikutip dari Livesience:

PERTANYAAN SEPUTAR KOLESTEROL

Pada pergantian abad ke-20, seorang ilmuwan bernama Nikolai Anichkov makan diet kolesterol dengan kelinci. Arteri mereka tersumbat, dan konsep yang ada bahwa kolesterol menyebabkan penyakit bawaan lahir, seperti jantung. Kemudian, pada 1950-an, Ancel Keys menerbitkan sebuah studi terkenal yang menyimpulkan bahwa orang-orang dari budaya yang makan lemak hewani paling banyak yang paling rawan terkena penyakit jantung (analisisnya sejak itu telah dipertanyakan).

Kedua penelitian terbukti sangat berpengaruh dan anggapan bahwa kolesterol dan lemak hewani buruk bagi jantung menjadi dasar untuk rekomendasi American Heart Association bahwa kalian tidak dianjurjan mengkonsumsi lebih dari 300 mg kolesterol per hari. telur kecil pada umumnya mengandung 47 persen dari batas kolesterol harian dan telur berukuran besar mengandung 62 persen, ya tidak terlalu mencengangkan telur sering dianggap buruk bagi jantung Anda.

Beberapa peneliti yang skeptis telur menunjuk sebuah Studi 1984 di Lancet, di mana para peneliti Harvard memiliki 17 siswa lactovegetarian menambahkan telur jumbo untuk diet mereka selama tiga minggu. Ini meningkatkan asupan kolesterol harian mereka 97-418 mg, dan setelah tiga minggu kolesterol LDL (jahat) mereka telah meningkat 12 persen.

Kadar kolesterol darah mereka juga meningkat. Sebuah penelitian yang lebih baru, yang diterbitkan pada tahun 2006 di The Journal of Nutrition, menemukan bahwa makan telur utuh meningkatkan kadar LDL dan kolesterol dalam darah. Dalam studi tersebut, sekelompok pemuda Brasil diberi makan tiga putih telur per hari sedangkan kelompok lain diberi makan tiga telur utuh per hari.

Mereka menggunakan diet yang sama, dan agak sehat, terutama terdiri dari buah-buahan, sayuran, ayam, ikan dan kacang-kacangan. Mereka yang makan telur utuh mengalami peningkatan kolesterol LDL lebih dari 30 persen, dibandingkan dengan mereka yang makan tiga putih telur.

Sebuah studi 2008 yang diterbitkan dalam Upsala Journal of Medical Science mengamati sekelompok remaja dengan usia 19, peserta dengan kondisi sehat yang makan telur utuh setiap hari selama satu bulan. Para peneliti tidak menemukan perbedaan kadar kolesterol partisipan sama sekali.

Menurut Harvard School of Public Health, penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dalam makanan memiliki efek yang jauh lebih kecil dari kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang berbahaya daripada campuran lemak dalam makanan.

Pentingnya kesehatan individu diungkapkan dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Clinical Opinion In Clinical Nutrition and Metablic Care, yang tampak pada konsumsi telur dari populasi yang sehat dan menyimpulkan bahwa, sementara telur dapat meningkatkan kolesterol LDL, belum jelas mengapa ada anggapan makan telur dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebuah studi skala besar 37.851 usia menengah untuk orang tua dan 80.082 wanita usia menengah yang diterbitkan dalam JAMA tidak menemukan bukti antara hubungan yang signifikan secara keseluruhan antara konsumsi telur dan risiko penyakit jantung koroner atau stroke pada laki-laki atau perempuan. Penelitian, yang diikuti peserta selama 14 tahun, menyimpulkan bahwa makan satu telur per hari kemungkinan baik untuk orang dewasa yang sehat. Sebuah circulation Study dikenal luas sebagai Physicians Health Study melihat konsumsi telur dan gagal jantung selama periode 20-tahun menyebabkan kesimpulan yang sama, dan menyarankan bahwa makan enam butir telur per minggu tidak meningkatkan risiko gagal jantung.

Bahkan, sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Journal Lipid menunjukkan bahwa makan telur benar-benar dapat meningkat kadar HDL (kolesterol baik), dan memungkinkan molekul HDL berfungsi lebih efektif. Kolesterol HDL mendorong penghapusan LDL (kolesterol jahat), sehingga lebih dari itu Anda miliki, semakin baik, menurut Mayo Clinic.

Sebuah artikel 2010 dalam Journal of Nutritional Biochemistry menghasilkan temuan serupa, ditambahkan bahwa tingkat HDL meningkat pada peserta dengan konsumsi makan telur yakni lutein peserta dan tingkat zeaxanthin. Lutein dan zeaxanthin adalah nutrisi berharga yang sangat baik untuk mata Anda.

Kita harus bersyukur dengan banyaknya studi penelitian tentang telur, Orang seperti yang dalam studi Brasil dan studi 1984 Harvard kini dipahami sebagai hiper responder bahwa orang akan memiliki peningkatan lebih besar dalam kolesterol darah ketika mereka makan telur. Namun, hiper responden tidak mewakili populasi yang lebih besar. Menurut sebuah artikel Nutrisi & Metabolisme, sekitar sepertiga dari populasi adalah hiper penanggap, telur mungkin tidak semuanya buruk.

Mengingat semua penelitian yang saling bertentangan di sekitar telur, Mayo Clinic menegaskan bahwa itu mungkin baik untuk makan sekitar enam atau tujuh telur utuh per minggu jika Anda sehat.

KEKHAWATIRAN TERHADAP DIABETES

Kasus ini mungkin menjadi berbeda bagi penderita diabetes. Mayo Clinic menyatakan bahwa penderita diabetes yang makan tujuh butir telur per minggu secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebuah analisis 2010 yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Cardiology menyatakan bahwa peserta dalam Physicians Health Study Serta penderita diabetes selama studi 20 tahunan, ada kemungkinan dua kali lebih mungkin, untuk berkembangnya penyakit jantung jika mereka makan satu telur per hari.

Sempat simpang siur mengenai telur yang katannya tidak baik bagi tubuh, bahkan mungkin sebagian orang hanya memakan putih telur, ini tidak salah. namun faktannya kandungan gizi terbesar dalam telur berada dikuningnya.

Dari studi diatas dapat dikerucutkan bahwa makan telur sebenarnya tidak berbahaya bagi jantung, dalam studi tidak ada hubungan antara konsumsi telur dengan jantung. namun ada baiknya jika kalian konsultasika terlebih dahulu kepada dokter. serta disarankan bagi penderita diabetes untuk tidak memakan telur secara signifikan.

Bagi kalian yang dalam kondisi sehat maka konsumsi telur utuh enam butir pertelur, masih dapat dikatakan bagus dan menyehatkan.

namun segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak bagus. semoga bermanfaat:)

Artikel Terkait

Benarkah Makan Telur Berbahaya Bagi Diabetes dan Jantung?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email